Return to site

Rusia Takkan Sembarang Gunakan Pangkalan Iran | Solid Gold

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Meski sudah mendapatkan izin untuk menggunakan pangkalan militer Iran dlm melaksanakan operasi melawan teroris di Suriah, pemerintah Rusia mengaku tetap tidak bisa sembarangan bertindak.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Rabu (29/3), Mikhail Yurievich Galuzin, mengatakan pemerintah negaranya tidak serta merta dapat menggunakan pangkalan militer itu dlm setiap aktivitas angkatan bersenjatanya.

Rusia tetap harus mendapat persetujuan otoritas Iran sebelum menggunakan fasilitas militer tersebut.

"Itu tergantung pada situasi di lapangan & kami harus memastikannya kepada otoritas Iran," ujar Galuzin saat ditemui di kediamannya di Jakarta.

Karena itu, Galuzin menganggap tak ada yg salah dgn kerja sama militer antar kedua negara ini.

“Jika kedua negara sepakat izin penggunaan pangkalan militer ini oleh Rusia perlu untuk membasmi aktivitas terorisme di kawasan, lantas kenapa tidak [dimanfaatkan]?” kata Galuzin.

Keputusan ini pertama kali dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Selasa (28/3).

Menuturkan bahwa Moskow bisa menggunakan pangkalan militer negaranya untuk meluncurkan serangan udara dlm operasi pemberantasan kelompok militan di Suriah.

Jet tempur Rusia sebelumnya jg pernah memanfaatkan pangkalan udara Iran selama operasi militer di Suriah tahun lalu, namun terpaksa dihentikan setelah sejumlah parlemen Iran menganggap tindakan itu melanggar konstitusi negara.

Padahal, keputusan ini, menurut Zarif bukan menandakan bahwa Rusia memiliki pangkalan militer di Iran.

Baca Juga : Koin Emas Senilai 4 Juta Dolar Dicuri dari Museum Berlin | SOLID GOLD

“Rusia tidak memiliki pangkalan militer di iran."

"Kedua negara hanya memiliki hubungan kerja sama yg baik."

"Dan pada sejumlah kasus, kami akan mengambil keputusan jika Rusia membutuhkan fasilitas militer kami untuk memerangi terorisme,” ujar Zarif.

Menurut Galuzin, Keputusan ini diambil sbg penguatan hubungan bilateral antara Teheran & Moskow seiring dgn pertemuan Presiden Hassan Rouhani & Presiden Vladimir Putin di Moskow pada awal pekan ini.

“Keputusan ini menandai kedekataan & kesamaan pandangan antar kedua negara, spt dlm menghadapi isu terorisme internasional khususnya di Suriah & Irak."

"Kami menyambut baik langkah suportif Iran terhadap Rusia ini,” ujarnya.

Selama ini, Teheran & Moskow merupakan sekutu utama Presiden Bashar al-Assad.

Militer kedua negara jg tergabung dlm koalisi pasukan Suriah melawan kelompok pemberontak di negara itu.

Bersama Turki, Rusia & Iran jg berhasil mendorong terwujudnya gencatan senjata di Suriah & menggelar pembicaraan damai atas konflik sipil yg telah meluluhlantakkan negara itu sejak 2011 lalu.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly