Return to site

Pembalasan, Motif Bomber Gereja Surabaya

  | PT SOLID GOLD BERJANGKA

· Solid Gold,Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka - Polisi menyebut aksi teror yg terjadi di tiga gereja di Surabaya bermotifkan pembalasan. Aksi tersebut dinilai imbas ditangkapnya pemimpin Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman oleh polisi.

"Kita tahu, selain serangan di Surabaya, juga ada serangan di Paris di hari Minggu yg lalu, pelakunya ditembak mati oleh polisi. Di tingkat lokal, saya menyampaikan diduga pembalasan dr kelompok JAD karena pemimpinnya, Aman Abdurrahman, yg ditahan dlm kasus pendanaan dan pelatihan paramiliter bersenjata di Aceh, kemudian yg bersangkutan divonis dan harusnya keluar bulan Agustus lalu kemudian ditangkap kembali karena diduga keras terkait dgn perencanaan, pendanaan, kasus bom Thamrin di Jakarta awal tahun 2016," kata Kapolri Tito Karnavian konferensi pers di Mapolda Jatim di Surabaya, Senin (14/5/2018).

Kepemimpinan Aman kemudian dialihkan kepada tokoh pimpinan JAD Jawa Timur yg bernama Zaenal Anshori. Zaenal beberapa minggu kemudian ditangkap oleh Mabes Polri dlm kaitan dgn pendanaan utk memasukkan senjata api dr Filipina selatan ke Indonesia. "Otomatis proses hukum yg bersangkutan dan itu membuat kelompok-kelompok jaringan JAD yg ada di Jawa Timur, termasuk yg ada di Surabaya ini, memanas dan ingin melakukan pembalasan," terang Kapolri.

"Sehingga kembali saya tegaskan kerusuhan di Mako Brimob itu tidak sekadar masalah makanan yg tidak boleh masuk dr keluarga kepada para tahanan, tp juga karena ada dinamika internasional tadi serta upaya utk melakukan kekerasan pembalasan atas ditangkapnya pimpinan mereka," lanjut Kapolri.Dita bersama istri dan empat anaknya yg beraksi mengebom tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) kemarin adalah pimpinan JAD Surabaya. Kasus bom bunuh diri di tiga gereja ini diketahui melibatkan satu keluarga, yg terdiri atas ayah dan ibu beserta empat anaknya terjadi Minggu (13/5) pagi. Sang ayah, Dita Oepriarto, meledakkan diri di GPPS Jalan Arjuna. Sementara itu, si ibu, Puji Kuswati, meledakkan diri bersama kedua putrinya berinisial FS dan PR di GKI Jalan Diponegoro.

Kemudian, dua anak laki-laki, Dita dan Puji, meledakkan diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel. YF dan FH bergerak secara terpisah dr orang tuanya dgn naik sepeda motor dan meledakkan diri.

Kepemimpinan Aman kemudian dialihkan kepada tokoh pimpinan JAD Jawa Timur yg bernama Zaenal Anshori. Zaenal beberapa minggu kemudian ditangkap oleh Mabes Polri dlm kaitan dgn pendanaan utk memasukkan senjata api dr Filipina selatan ke Indonesia. "Otomatis proses hukum yg bersangkutan dan itu membuat kelompok-kelompok jaringan JAD yg ada di Jawa Timur, termasuk yg ada di Surabaya ini, memanas dan ingin melakukan pembalasan," terang Kapolri.

"Sehingga kembali saya tegaskan kerusuhan di Mako Brimob itu tidak sekadar masalah makanan yg tidak boleh masuk dr keluarga kepada para tahanan, tp juga karena ada dinamika internasional tadi serta upaya utk melakukan kekerasan pembalasan atas ditangkapnya pimpinan mereka," lanjut Kapolri.

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly