Return to site

Bandar Narkoba Juga Punya Lapas Mewah: Punya Karaoke Hingga Biliar! |  PT SOLID GOLD BERJANGKA

 

· Solid Gold,Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka - Sidak Dirjen Pemasyarakatan di Lapas Sukamiskin menemukan narapidana korupsi, dr Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) hingga Sanusi, memiliki fasilitas mewah di dlm sel mereka. Bukan hanya koruptor, bandar narkoba juga menikmati fasilitas mewah itu di sel mereka.

"Ya, sebenarnya, kalau kita boleh berkomentar, sudah dr lama kita warning bahwa di lapas ini terjadi banyak penyimpangan. Bukan hanya adanya kamar atau sel-sel khusus yg istimewa, tetapi juga di sana ada peredaran, penyalahgunaan narkoba, bahkan pada waktu-waktu yg lalu bisa ada pabrik narkoba di dlm lapas. Ini kan sebenarnya mengindikasikan kepada kita semua, masyarakat & pejabatnya, bahwa di lapas itu terjadi banyak penyimpangan," kata Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Arman menceritakan BNN bahkan pernah menemukan fasilitas karaoke hingga biliar di dlm lapas. Bahkan ada kamera pengawas (CCTV) yg malah digunakan utk memantau petugas penjaga. "Kita pernah temukan di dlm ada karaoke. Kita pernah temukan di dlm ada biliar. Kita pernah temukan di dlm ada ruang sekretaris dr tahanan. Kemudian CCTV yg fungsinya mengawasi penjaga, bukan mengawasi tahanan," ujarnya.

Arman mengatakan temuan-temuan itu sangat mencengangkan karena di dlm lapas para bandar narkoba itu juga bisa mengurus bisnisnya dgn bantuan sekretaris. Dia juga berharap segera ada perbaikan dlm pengelolaan lapas.

"Ini sebenarnya indikator yg sangat kuat sekali utk dilakukan pemeriksaan & pembersihan. Namun ternyata mungkin itu diabaikan, sehingga di tempat lain, karena yg sekarang digerebek itu atau digeledah itu bukan tahanan narkotika. Tapi saya kira kurang-lebih itu sama," terangnya.Arman menambahkan, saat sidak itu, pihaknya menemukan jual-beli fasilitas mewah di dlm sel bernilai ratusan juta rupiah. Bahkan jual-beli itu dikoordinasi oleh sesama narapidana.

"(Nilainya) ratusan juta rupiah. Tapi pernah dr penyelidikan kita, memang ada nilainya, tapi itu dikumpulkan oleh sesama napi, dikoordinasi oleh sesama napi," terangnya. Arman mengatakan pihaknya selalu melaporkan temuan sel mewah itu ke Kemenkum HAM. Arman menyesalkan temuan fasilitas sel mewah itu hanya dianggap angin lalu."Setiap kita melakukan tindakan kan kita langsung ekspos, & Anda pun dengar. Cuma, permasalahannya, ditindaklanjuti atau dianggap angin lalu. Sebentar berhenti, nanti sudah reda lagi isunya, main lagi. Kan begitu," ucapnya.

"Beberapa bulan lalu itu sudah pernah diekspos oleh Pak Kepala BNN yg lama. Kurang-lebih ada 39 lapas yg terkait dgn peredaran narkoba ya, bukan yg lain," sambung Arman.

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly